Aturan Ketat di Tokyo Haneda Airport (HND)

Sebagai salah satu gerbang utama Jepang via udara, Tokyo Haneda Airport (HND) atau Tokyo International Airport menerapkan aturan ketat buat para penumpang baik yang baru landing atau mau take off, salah satunya di bagian imigrasi. 

Ternyata pembahasan tentang Tokyo Haneda Airport (HND) atau Tokyo International Airport masih berlanjut. Nggak disangka bandara yang jaraknya cuma selangkah ke Tokyo ini menyimpan banyak cerita. Salah satunya tentang aturan ketat yang diterapkan otoritas bandara.

Aturan ketat ini berlaku untuk barang bawaan calon penumpang yang hendak meninggalkan Tokyo via Tokyo Haneda Airport (HND) dan buat yang baru datang ke sini aturan ketat bakal dirasain di counter imigrasi.

Sebagai contoh waktu mau meninggalkan Jepang tanggal 18 November 2018, sebelum naik pesawat GA 875 menuju Jakarta (CGK), pemeriksaan X-Ray ternyata sangat ketat. Udah keluarin segala handphone dan melepas ikat pinggang masih aja kedengeran bunyi alarm sehingga petugas harus melakukan pemeriksaan ulang.

Berdasarkan pengalaman pribadi mimin di Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapore, begitu handphone dan ikat pinggang ditaruh di tempat khusus kita bisa lewat begitu aja sambil nunggu pemeriksaan X-Ray selesai. Tapi itu nggak berlaku di Tokyo Haneda Airport (HND).

Begitu juga barang-barang kecil seperti gunting kuku dan sejenisnya harus masuk bagasi. Karena kalo sampe lewat tempat pemeriksaan X-Ray itu pasti bakal disuruh balik ke counter tiket sama petugasnya. Gimana kalo nggak mau? Pastinya itu barang bakal disita pihak Tokyo Haneda Airport (HND).

Terus barang yang rawan disita otoritas bandara lainnya ialah parfum dalam botol ukuran 100 ml, kaya parfum arab yang biasa dijual di depan masjid. Di Soekarno Hatta barang kaya gitu masih bisa lolos, begitu juga di Changi Airport Singapore. Tapi belum tentu di Tokyo Haneda (HND) bisa lolos, jadi biar lebih aman masukin aja ke bagasi.

Counter Imigrasi Tokyo Haneda Airport (HND)

Pemeriksaan nggak kalah ketat juga berlaku buat yang baru masuk Jepang via Tokyo Haneda Airport (HND). Sebelum mendarat kita bakal dikasih semacam kartu kedatangan yang harus diisi lengkap sesuai identitas yang ada di Passport. Disitu juga harus memuat nomor kendaraan (termasuk Flight) dan tempat kita menginap di Jepang.

Semua harus diinfokan dengan detil. Karena sekalinya nggak detil bisa-bisa petugas imigrasi nggak mau meloloskan kamu. Tapi ada kalanya kita masukin alamat kurang lengkap masih dikasih lolos, caranya kamu harus siapin copy tiket pesawat yang pulangnya untuk ditunjukkin ke petugas.

Ribet juga ya? Nggak juga sih soalnya mereka nggak kepengen reputasi negaranya jatuh cuma gara-gara ada turis menggelandang. Jadi intinya selama kita punya copy tiket pesawat yang pulang, petugas di sana nggak akan ngeribetin.

Makanya disinilah pentingnya hard copy tiket pesawat walaupun sekarang semua serba dimudahkan. Counter imigrasi apalagi yang super ketat kaya di Tokyo Haneda Airport (HND) melarang kita ngeluarin segala smartphone atau barang elektronik ketika di area tersebut.

Disitulah kita harus persiapkan copy tiket penerbangan dalam bentuk print out (voucher), bukan masih soft copy di handphone apalagi cuma kode booking SMS/WA. Jadi diusahakan komplit. Nggak masalah kalopun tiketnya atas nama Travel Agent bukan maskapai. Toh disitu juga kan ada maskapai, flight no, dan kode booking.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*